banyak anak banyak rejeki

Beberapa hari yang lalu aku baca satu artikel disalah satu surat kabar yang intinya kek gini :

kehidupan seks sebagian besar warga di Tiongkok diyakini terganggu gara-gara mereka mengalami stress berlebihan. menurut hasil survey yang dilakukan, 30% pasangan usia paro baya menjalani kehidupan pernikahan tanpa hubungan seks. dalam survey tsb membuktikan bahwa pasutri menghentikan aktivitas seks gara2 lelah fisik dan psikologis akibat terforsir pekerjaan. dan ternyata problem ini dialami juga oleh 1/3 pasangan yang berusia dibawah 30 tahun.

dari survey itu rasanya ga salah kalo pemerintah dibeberapa negara berkembang sampe berani membayar gaji wanita karier yang mau cuti dari kerjanya untuk mau melahirkan, menyusui plus merawat anaknya sendiri sampai umur sekian bulan. 

huaaaaaaaaaaaaa kalo dipikr-pikir susah juga. yang lom nikah ajah ampe “kecelakaan” trus ujung2nya ngelakuin aborsi. eh malah yang dah nikah dan sah ngelakuin “ini itu” malah ga sempet ngelakuin.  apa mungkin diluar sana ga ada pepatah yang mengatakan, “BANYAK ANAK BANYAK REJEKI” ya????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: